Helping, Serving, and Sharing.

Recent Posts

Jumat, 11 November 2011

11 November 2011

Tanggal 11-11-11, apa istimewanya bagi kalian? Hmm… padahal tiap hari itu sama, hanya tinggal kita yang harus mengubahnya =) Aku pun tertarik untuk menelusuri keistimewaan itu dalam al-Qur’an, yuk disimak =)



Sistem bilangan biner atau sistem bilangan basis dua adalah sebuah sistem penulisan angka dengan menggunakan dua simbol yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan biner modern ditemukan oleh Gottfried Wilhelm Leibniz pada abad ke-17. Sistem bilangan ini merupakan dasar dari semua sistem bilangan berbasis digital. Dari sistem biner, kita dapat mengkonversinya ke sistem bilangan Oktal atau Hexadesimal. Sistem ini juga dapat kita sebut dengan istilah bit, atau Binary Digit. Pengelompokan biner dalam komputer selalu berjumlah 8, dengan istilah 1 Byte/bita. Dalam istilah komputer, 1 Byte = 8 bit. Kode-kode rancang bangun komputer, seperti ASCII, American Standard Code for Information Interchange menggunakan sistem pengkodean 1 Byte.
20=1
21=2
22=4
23=8
24=16
25=32
26=64
dst.


Perhitungan dalam biner mirip dengan menghitung dalam sistem bilangan lain. Dimulai dengan angka pertama, dan angka selanjutnya. Dalam sistem bilangan desimal, perhitungan mnggunakan angka 0 hingga 9, sedangkan dalam biner hanya menggunakan angka 0 dan 1.
contoh: mengubah bilangan desimal menjadi biner
desimal = 10.


Berdasarkan referensi diatas yang mendekati bilangan 10 adalah 8 (23), selanjutnya hasil pengurangan 10-8 = 2 (21). sehingga dapat dijabarkan seperti berikut
10 = (1 x 23) + (0 x 22) + (1 x 21) + (0 x 20).
dari perhitungan di atas bilangan biner dari 10 adalah 1010
dapat juga dengan cara lain yaitu 10 : 2 = 5 sisa 0 (0 akan menjadi angka terakhir dalam bilangan biner), 5(hasil pembagian pertama) : 2 = 2 sisa 1 (1 akan menjadi angka kedua terakhir dalam bilangan biner), 2(hasil pembagian kedua): 2 = 1 sisa 0 (0 akan menjadi angka ketiga terakhir dalam bilangan biner), 1 (hasil pembagian ketiga): 2 = 0 sisa 1 (1 akan menjadi angka pertama dalam bilangan biner) karena hasil bagi sudah 0 atau habis, sehingga bilangan biner dari 10 = 1010 (sumber: Wikipedia)

Lalu, apa hubungannya? Bilangan desimal dari 111111 adalah 63, aku pun tertarik untuk membuka QS. al-Munafiqun [63] yang ternyata juga memiliki 11 ayat. Subhanallah! Kesamaan urutan surat dan bilangan desimal itu benar-benar suatu hal yang unik dan salah satu tanda kekuasaan Allah SWT. Hal tersebut disusun sedemikian rupa sehingga membentuk urutan yang menarik. Namun, apa maksudnya? Apakah ada hubungannya dengan sikap manusia yang terkadang munafik? Wallahu a'lam.


Yuk dengarkan lantunan ayatnya di sini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar