Helping, Serving, and Sharing.

Recent Posts

Sabtu, 07 Januari 2012

Humor: Matematikawan Lokal Ternama

Siapa bilang matematikawan dalam negeri belum menemukan konsep-konsep matematik yang mendunia? Simaklah hasil penelusuran saya (pak Kutha Ardana-red) berikut, sambil santai dan senyum tentu :)

Kalkulus
Mereka yang sudah belajar deret di kalkulus tentu ingat dengan nama deret yang amat terkenal, Taylor Series alias deret Taylor. Cobalah sedikit lebih kritis. Andaikan "Taylor" adalah nama penemunya, tidakkah mungkin ia dulunya berasal dari dalam negeri? Andai ia tidak pindah kewarganegaraan, tentu namanya bukan deret Taylor, tapi deret Panjaitan[?]... :)

Sirnalah harapan menemukan matematikawan lokal kelas dunia karena konsep deret Taylor ditemukan oleh matematikawan Inggris, Brook Taylor, lalu diperluas oleh matematikawan Skotlandia, Collin Maclaurin sehingga bentuk umumnya disebut deret Taylor-Maclaurin.



Fungsi Transenden
Salah satu fungsi non-aljabar yang banyak terapannya dalam model pertumbuhan adalah fungsi (yang nasibnya agak malang :) ) eksponensial,

f(t)=exp(t)=et

dan e di sini adalah sebuah konstanta penting matematika yang berupa bilangan irasional (tak dapat dinyatakan sebagai pecahan, desimal tak berulang). Nilainya, e = 2.718... dan sering disebut dengan bilangan Euler. Penemunya? Siapa lagi kalau bukan "Euler" sendiri. Dilihat dari namanya yang ada "eu"-nya mungkin ada yang mengaitkan dengan nama Sunda. Tapi ternyata penelusuran serius membantah hal itu, karena nama lengkapnya adalah Leonhard Euler, dan melafalkannya bukan seperti melafalkan "eu" khas Sunda, namun "Oiler". Ia adalah matematikawan Swiss yang amat tersohor karena karya-karyanya yang fenomenal.

Masalah pelafalan "eu" khas Sunda merupakan kenangan tersendiri bagi saya. Ketika pertama kali saya sampai di Bogor, saya naik bemo roda tiga di Tugu Kujang, lalu saya minta kang sopir untuk mengantarkan saya ke sebuah alamat. Saya pun membaca alamatnya dengan jelas, "Pak, tolong antar saya ke CIHEULEUT". Sopir bemo pun tersenyum-senyum mendengar ucapan "Ciheuleut" polos saya... :)



Aljabar Linear
Ketika anda belajar Sistem Persamaan Linear (SPL), tentu akan mempelajari salah satu metode ampuh untuk menyelesaikan SPL, yakni metode eliminasi "Gayus". Memang semua textbook menyebutnya Gauss elimination. Namun, saya mengaitkannya karena i) ucapannya sangat mirip, ii) keduanya sama-sama terkenal, dan iii) tampaknya Gayus ini memang cukup "cerdas" sebagai penemu metode, hanya sayang bukan metode eliminasi dalam SPL, namun eliminasi dalam "spl" (sistem penilepan laporan) pajak hingga milyaran rupiah... :(

Fakta: Gauss elimination dikaitkan dengan nama matematikawan ternama, Carl Friedrich Gauss, karena dialah yang berhasil memopulerkan metode ini, meski metodenya sendiri telah dikenal jauh sebelumnya.




Last but not least
 Apa yang dituliskan di atas bukan untuk memperolok matematikawan kita, namun sebagai harapan mudah-mudahan kelak akan lahir anak bangsa yang mampu mengharumkan nama bangsa sebagai matematikawan kaliber dunia...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar